Sabtu, 17 Mei 2008

MSY, MEY dan OAE


MSY atau maximum sustainable yield adalah hasil tangkapan terbesar yang dapat dihasilkan suatu stok sumberdaya perikanan. Konsep MSY didasarkan atas suatu model populasi ikan yang dianggap sebagai suatu unit tunggal. Pada prinsipnya, sumberdaya ikan memiliki kemampuan untuk berproduksi yang melebihi kapasitas produksi (surplus), sehingga apabila surplus tersebut dipanen, maka ikan akan mampu bertahan secara berkesinambungan. Apabila level produksi surplus yang dipanen, maka tidak akan mengganggu kelestarian stok sumberdaya ikan. Namun, konsep MSY tidak lepas dari kritikan para ilmuwan. Kritik terhadap MSY antara lain adalah:
  • Tidak bersifat stabil.
  • Didasarkan hanya pada konsep steady state, yaitu pada kondisi keseimbangan.
  • Tidak memperhitungkan nilai ekonomi.
  • Mengabaikan aspek interdependensi dari sumberdaya.
  • Sulit diterapkan pada kondisi perikanan yang memiliki ragam jenis (multispecies).

Keuntungan optimal tidak terjadi pada saat MSY. Keuntungan optimal terjadi pada saat maximum economic yield (MEY), dimana marginal revenue (MR) adalah sama dengan marginal cost (MC). Hal itu sesuai dengan prinsip maksimisasi profit atau keuntungan.

Meskipun hasil tangkapan pada level MSY adalah maksimal, namun keuntungan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor produksi dan penerimaan, tetapi juga dipengaruhi oleh biaya. Prinsip efektifitas dan efisiensi perlu dipadukan. Produksi dan penerimaan terkait dengan prinsip efektifitas, sedangkan biaya atau pengeluaran terkait dengan prinsip efisiensi. Pada level MEY, produksi berada pada level optimal secara ekonomi, dimana walaupun produksinya tidak maksimal, namun masih relatif tinggi dan pengeluarannya efisien sehingga keuntungannya tertinggi.

Kondisi open access equilibrium (OAE) atau keseimbangan akses terbuka terjadi pada saat sumberdaya perikanan bersifat open acces. Pada saat kondisi tidak ada hambatan masuk (entry) dan hambatan upaya (effort), maka akan dapat mengakibatkan pemanfaatan sumberdaya ikan menuju break even point (BEP), dimana total revenue (TR) sama dengan total cost (TC).
Selama kegiatan penangkapan menguntungkan, maka akan mendorong orang untuk melakukan peningkatan kegiatan penangkapan. Namun, sumberdaya ikan memiliki keterbatasan dalam daya regenerasi. Oleh karena itu, apabila tingkat penangkapan melebihi level MSY, maka peningkatan upaya penangkapan justru menyebabkan penurunan produksi. Apabila menggunakan asumsi harga dan biaya konstan, maka terjadi transisi kegiatan penangkapan yang semula menguntungkan, berubah menjadi BEP (break even point), dimana kalau terus dipaksakan maka justru menyebabkan kegiatan penangkapan berada pada kondisi merugikan, dimana penerimaan lebih kecil daripada pengeluaran.

5 komentar:

sukma widy mengatakan...

TERIMAKASIH UNTUK INFORMASINYA YAA.
INFORMASINYA SANGAT MEMBANTU

Unknown mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
siwi hadi mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
siwi hadi mengatakan...

Makasih jd bs belajar ilmu ekonomi perikanan.

siwi hadi mengatakan...

Makasih bs belajar ilmu dasar