Sabtu, 24 Mei 2008

Model Gordon-Schaefer dan Model Fox

Model Gordon-Schaefer boleh dikatakan sebagai salah satu model awal pengembangan model bioekonomi. Meskipun tidak lepas dari kritikan, namun model ini banyak menjadi landasan bagi pengembangan model bioekonomi lainnya.
Model Gordon-Schaefer dikembangkan oleh Schaefer yang menggunakan fungsi pertumbuhan logistik yang dikembangkan oleh Gordon. Model fungsi pertumbuhan logistik tersebut dikombinasikan dengan prinsip ekonomi, terutama konsep maksimisasi profit. Dalam model Gordon-Schaefer pendekatan statik dipergunakan tiga kondisi keseimbangan, yaitu: (1) maximum sustainable yield atau MSY, (2) maximum economic yield atau MEY dan (3) open access equilibrium (OAE).
Selain model Gordon-Schaefer, juga terdapat model Fox yang banyak dipergunakan dalam analisis bioekonomi. Dalam beberapa literatur memang model Schaefer dan model Fox direkomendasikan dalam pengkajian MSY, dimana selanjutnya dapat ditindak-lanjuti dengan analisis bioekonomi dengan memasukkan prinsip-prinsip ekonomi dalam pemodelan lanjutan.
Pada model Fox, diperhitungkan adanya decreasing rate upaya penangkapan. Hal itu berbeda pada model Gordon-Schaefer karena asumsi decreasing rate upaya diabaikan atau menggunakan asumsi constant rate upaya penangkapan. Tingkat decreasing rate penangkapan dapat dilihat pada besarnya betha. Apabila betha sama dengan 1, maka tidak terjadi decreasing rate upaya penangkapan seperti pada model Gordon-Schaefer. Sedangkan pada model Fox, betha tidak sama dengan 1.



Dalam model Fox pendekatan statik, juga dapat dilakukan dengan menggunakan tiga kondisi seperti pada model Gordon-Schaefer, yaitu MSY, MEY dan open access. Namun, melihat fungsi matematisnya maka boleh dikatakan model Fox lebih rumit karena hubungan antara CPUE dan E tidak bersifat linier seperti pada model Gordon-Schaefer. Kurva C dan E antara model Gordon-Schaefer dan Model Fox memiliki perbedaan. Kalau pada model Gordon-Schaefer, kurva C-E berbentuk parabolik simetris, namun pada model Fox tidak simetris.



Demikian pula kurva TR, TC, Keuntungan dan E antara model Gordon-Schaefer dan model Fox juga memiliki perbedaan. Pada banyak kasus, level MSY antara model Fox dan model Gordon-Schaefer relatif tidak jauh berbeda. Namun, level OAE antara model Fox dan Gordon-Schaefer dapat jauh berbeda dipengaruhi tingkat decreasing rate upaya penangkapan. Apabila decreasing rate upaya penangkapan mendekati nol (atau mendekati konstan), maka antara model Fox dan model Gordon-Schaefer akan hampir sama atau berhimpit kurvanya.

Tidak ada komentar: